TRENDY.org

Partner Your Success

Trenggalek banjir

3 Komentar

Kecamatan Trenggalek, meliputi Desa Ngares, Sumberdadi dan Rejowinangun. Kecamatan Pogalan yaitu Desa Gembleb, Bendorejo, Ngulan Wetan dan Wonocoyo. Kecamatan Gandusari di Desa Ngrayung dan Karangrejo.

Kecamatan Durenan di Desa Pandean. Kecamatan Munjungan, meliputi Desa Munjungan, Karangturi, Masaran, Bendoroto, Tawing, Ngulung Wetan, Ngulung Kulon serta di Desa Craken. Serta di Kecamatan Bendungan yaitu di Desa Srabah.

Akibat hujan deras sore hingga petang dua hari lalu, juga menyebabkan tiga rumah di Desa Srabah roboh. Selain beberapa rumah warga di Desa Gembleb yang terseret arus sungai yang meluap, setidaknya 9 jembatan putus. Akibatnya membuat beberapa jalur lalu lintas antar kecamatan lumpuh.

“Ada empat jembatan (yang putus) di Kecamatan Kampak, juga empat (jembatan putus) lagi di Munjungan. Satu tadi saya dapat laporan di Gembleb. Total sudah sembilan jembatan putus. Mungkin masih ada lagi,” ucap Bupati Trenggalek Soeharto ditemui di Desa Gembleb siang kemarin.

Akibat putusnya jembatan di Kecamatan Munjungan, menyebabkan empat desa masih terisolir. Yaitu Desa Craken, Ngulung Wetan, Ngulung Kulon dan Sobo. Sore kemarin warga membuat jembatan darurat dari pohon kelapa. Sehingga bisa dimanfaatkan penggendara sepeda motor.

Dari kerusakan jembatan dan beberapa infrastruktur lainnya, misalnya seperti tembok penahan jalan (TPJ), drainase dan lainnya, diperkirakan kerugian materi mencapai Rp 15 miliar. Untuk penanganan bencana pemda berencana menggunakan dana tak terduga. Karena dalam pos penanganan bencana, hanya disediakan Rp 100 juta saja.

Sementara itu, dua dari empat warga yang tewas akibat terseret luapan sungai di Desa Gembleb kemarin telah ditemukan semua. Muji, 85, ditemukan tidak jauh dari rumahnya sekitar pukul 24.00. Seangkan Tambir ditemukan pagi pukul 06.15. Mayatnya sempat tertimbun reruntuhan rumah di teras rumah milik Jadi. Kemarin semua korban tewas tersebut telah dimakamkan di pemakaman umum desa setempat.

Susana duka menyelimuti keluarga yang ditinggalkan. Seperti dialami Giyem tak lain istri Tambir. Berada di rumah Toiman, salah satu keponakannya, nenek renta ini tak bisa menahan kesedihannya. Selain kehilangan suaminya, Giyem juga kehilangan menantunya Siti Ropiah. Bencana dua petang lalu itu membuat Giyem masih trauma.

Dia menceritakan sempat terencam lumpur sampai ketinggian leher. Giyem hanya bisa pasrah ketika tak mampu menggerakkan badannya. Dia mengaku beregangan pada pohon didekatnya. Baru 1,5 jam kemudian dia bisa ditolong oleh tetangganya.

Sampai sore kemarin, warga dibantu anggota TNI, anggota parpol, pegawai pemda dan berbagai organisasi masih terus membersihkan puing-puing reruntuhan rumah. Juga membuka jembatan yang tersumbat oleh pohon bambu dan kayu. Bantuan pada warga yang tertimpa bencana juga mulai berdatangan.

Iklan

3 thoughts on “Trenggalek banjir

  1. stadion kelutan banjir nggak ya..?

  2. Rumah saya juga kebanjiran kemarin 🙂
    Saya di bendorejo..
    salam kenal mas.. saya orang trenggalek juga loh :)..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s